Selasa, 02 Juni 2009

Kumpulan Karya Penuh Makna

Black love

Jiwa sufi

Tasawuf penuh arti

haus akan cinta

kau koyak-koyak

jiwa sepi

kau remas-remas tubuh sunyi

kau jilati sisa lindir

bayi kecil

kau palingkan tubuhmu

pada kesucian

dengan tubuh ku bibir yang semerbak

anggur merah

yang ku cumbu

malam itu

sambil kuremas-remas doa

ditubuh mu

kau hanyut akan nafsuku

pada hasrat mu

kau abaikan aku

dengan cintamu



Ratapan jiwa

Langkah ku hampa

Rasa suram yang menyelimuti kalbu

Rasa sengau yang menggebu-gebu

Saat ku coba meratapi susu sepi

Kau dustai ku

Kau cabik-cabik

Kemaluanku

Ha ha ha

Semakin lama ku mengaung

Semakin kau senyum

Ku diratapan hutan rimba

Yang menggoda penuh makna




Pengorbanan

Kau larungkan akau dalam renungan

Seribu penyair

Terseruput

Kegaiban tak berujung

Pada bait paling hening

Di mengis matamu

Angin penyihir dan

Cemara tak berdesir

Menebar mantra-mantra senja

Menghantar senyap

Menghantar seribu

Guna-guna

Maka cobalah tinjau

Disetiap kemabukan

Yang dikeramatkan

Hati pada cinta

Lihatlah kepedihan ini

Dari nanar

Yang kau ramu dalam anggurku

Matahari terbakar karena takdirnya

Api

Takdirku terbakar

Sebab cintamu

Dan kini

Selainmu siapalagi

Yang mampu meleraiku

Dari keinginan tuk terbakar.


Kasih sayang

Semilir angin di

Pagi hari

Merobek nafsu di

Keheningan malam

Suara burung kecil

Pekik

Melengking

Menggores dada

Detak jantung yang menggoda

Ratapanmu penuh makna penuh arti





Sebuah Ilusi


Malam kelam

Rasa satiri memutuskan angan-angan

Tatkala hujan rintik

Membasahi kening

Seakan menyejukan jiwa sepi

Yang hanyut akan mimpi

Saat kau peluk

Cium

Tubuhku

Seakan susu sepi membasahi bibirku

Kau malaikat kecil penuh arti dalam mimpi


Marah, Senyum kerap salah

Terik matahari dipelataran gurun

Kecil

Diantara sama dan ared

Lupa akan hajar sawad

Lupa akan mina

Gapailah haji wadda

Tatkala kau berpaling akan kesucian




MATHLA'UL ANWAR

A. Syaeful R.

Untuk Insan Syahidku

Terumbu diatas karang

Bahru penuh juram

Insan yang penuh harapan

Lelah letih tak kau hiraukan

Wahai insan mulia

Gapailah bahru

Maya mu

Bukan maya

Tinggalkan pajar

Tinggalkan rembulan

Hijrahlah duhai insan

Pandang kedepan

Harapan menanti mu

Letih mu

Getir mu

Ta'zim mu

Bukan maya mu.

040808



BERI AKU CIUM

A.Syaeful. R

Untuk sang penjiwa

Saat ku lirik belahan kening mu

Ku pegang erat tubuh mu

Ku lucuti hijab rarai mu

Penuh mesra penuh makam

Ku cium bibir mu

Seakan kentut yang sungkan

Tuk hijrah

Ku pegang erat tubuh mu

Kau manjakan aku

Kau membuatku kepayang

Melayang

Oh Oh

Oh !!!

Tubuh yang aduhai

Merbak penuh merahrai

Sungguh ku senang malam itu

Dengan tubuh yang molek

Bibir yang semerbak anggur

Aku puas !

Ha ha ha

Aku puas !

Em

Oh

Aku goblok

tolol

Aku bukan pejantan

Ah

Masa bodoh

Aku puas

Akan semerbak anggur

Akan tubuh yang molek

DIA yang mengantar tubuh ku

Makam

Suram

Seram

Penuh ranjam

he he AH

Masya Allah.

040808


Nuzulul Qur'an

A.Syaeful. R

Diatas amparan sajadah

Ruh yang hampa akan cinta

Akan rasa pilu nan sedih

Seakan mengupas rasa pilu yang lalu

Rasa tahajud seakan menyelimuti kalbu

Di qobla kumandang adzan

Hamba yang duduk merenung

Yang pilu akan bunda

Hamba bangkit

Berdiri

Duduk di atasnya

Dengan empat kaki sambil bergoyang

Bagai pinggul sang penari dangdut

Di dalam kuburan

Yang sunyi

Jauh akan mimpi

Yang seakan terjadi

Tapi

Itu Mimpi.

17908


16 Ramadhan

A.Syaeful. R

Saat sang mentari menari

Di atas rimbunnya makhluk suci

Di antara malaikat yang sibuk

Akan amanah sang ilahi

Sepasang Malaikat kecil berlari

Sabil melenggak lenggokkan pinggulnya

Bagai sang dewa dewi

Menyanyi tuk menuju mentari

Saat malaikat membaca mantra

Kau duduk ku duduk

Kau melempar senyum penuh cium

Di lataran pohon yang rindang

Ku remas-remas dadamu

Ku ambil tulang rusuk mu

Yang kau pinjam sejak dulu

Bagai do'a hari lebaran

Penuh makam nan riang

Dalam munajat mimpi

Tuk menghapus

Tubuh ku bekas tubuhnya

Dengan tubuh mu.

Saat mentari untuk menggapai hari esok.

Ramadhan ladang suci menggapai Mimpi

Karena hidup adalah perbuatan

17908

Pesan untuk erna

Dikeheningan malam

Rasa cinta yang meremas-remas dada

Rasa sayang yang menggoda

Em

Senyum dusta

Kalam ilahi menggores

Hati

Sayang

Terik matahari

Dipelataran gurun kecil

Diantara sama dan ard

Lupa akan hajar aswad

Lupa akan minna

Gapai haji wadda

Tatkala kau berpaling akan kesucian

Satiri

Ku sejenak berpaling akan mimpi

Di keheningan malam

Ku olengkan sanubari akan ilahi

Di amparan sajadah

Ku mainkan bibir ku

Dinaungan tubuhnya

Lalu kuratapi hati sang insane

Yang larut akan lahar

Cinta adalah anugrah

Rasa saying penuh amanah

Cinta kasih penuh mimpi

Tuk menanti pajar diesok hari.

kesucian

Tahajud ku harap do'a

Pagi kusambut mentari

Terlelap lama dalam mimpi

Petang yang pergi entah kemana

Ukiran ilahi penuh makna

Yang harus di tafakuri

Rasa syukur yang terlontar dalam dzikir

Robbi habli mina asholihin

Bagi waktu yang mustahil tuk kembali

Rasa cinta nan saying takan terhapus dalam mimpi

Mimpi hamba ilahi

kesedihan

Jiwaku makam hening penuh ilusi

Rasa cium takan hilang dikening ku

Dipelataran kota kau taburkan kemboja

Kau peluk erat nisan ku

Kau tandu jiwa yang tak bermakna

Jiwa yang riang kau tinggalkan

Ku jahlu yang tak bercermin

Naskah Tanpa judul

Hidupku penuh arti

Tersembunyi akan langkah

Sunyi sepi

Ku melata merayap

Layaknya ular yang berbisa

Ku tenggereng

Mengaung

Layaknya srigala

Tapi

Hati ini oleng

Akan senyuman-Nya

Akan belayan-Nya

Saat ini ku ratapi hidup

Ku koyak-koyak tubuh ini

Akan hidup yang tak penuh arti lagi

Akan jiwa yang penuh satiri

Akan insan nan jauh di hazannah

Dua ribu 9

Rinai hujan

Kembang api seakan pelik menyeset hati

Rasa rindu yang tak kenal mati

Walau kelak kunjung terkubur dalam mimpi

Seonggok tubuh renta

Tergolek penuh maya

Diamparan helaian benag hitam

Em em em

Ah

Walau ribun kunang-kunang

Singgah dipelataran pemakamanku

semua hampa lara tanpa arti

rasa rindu cium akan hajaraswad

akan perih

letih

sedih

Kesetiaan

Malam yang hening

Yogya

Satiri yang berpaling

Wahid ruh

Penuh metaphor yang berarti

Kurajut doa

Kurajut jiwa

Penuh asma akan cinta

Angan-angan

Ku sejenak berpaling akan mimpi

Di keheningan malam ku olengkan sanubari akan ilahi

Di amparan sajadah

Ku mainkan bibir ku

Di naungan tubuhnya

Lalu kuratapi hati sang isan

Yang larut akan susu sepi

Cinta

Adalah anugrah

Cinta

Kasih penuhmimpi

Tuk menanti pajar

Di esok hari

Mustajab

Tahajud ku harap doa

Pagi ku sambut mentai

Terlelap lama dalam mimpi

Petang yang pergi entah kemana

Ukiran ilahi penuh makna

Yang harus di tafakuri

Rasa syukur yang terucap dalam dzikir

Robbihabliy mina assholihin

Bagi waktu

Yang mustahil tuk kembali

Ras cinta nan saying

Takakan terhapus dalam mimpi

Mimpi hamba ilahi

Insan

Jiwaku makam

Hening penuh ilusi

Rasa cium takan hilang

Dikening ku

Di pelataran kota

Kau taburkan kemboja

Kau peluk erat

Nisan ku

Kau tandu

Jiwa yang tak bermakna

Jiwa yang riang

Kau tinggalkan

Aku jahlu yang tak bercermin